Inilah Isi Lengkap Surat Keluhan Hendra NS Kepada SBY
Oleh Ardiansyah    Sabtu, 17 Juli 2010 / 08:45:28   

Surat pembaca yang ditulis oleh Hendra NS, warga Cibubur di koran Kompas, Jumat (16/7/2010) menggegerkan Istana. Hendra mengeluh lantaran iring-iringan rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setiap hari dari Cikeas menuju Istana, membuat jalan tol macet. Bahkan, Hendra menjadi korban makian Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres).

Berikut isi surat Hendra NS :


Redaksi Yth
Trauma oleh Patwal Presiden
Sebagai tetangga dekat Pak SBY, hampir saban hari saya menyaksikan arogansi Patroli dan Pengawalan (Patwal) iring-iringan Presiden di jalur Cikeas-Cibubur sampai Tol Jagorawi. Karena itu, saya-juga mayoritas pengguna jalan itu-memilih menghindar dan menjauh bila terdengar sirene Patwal.

Namun, kejadian Jumat (9/7) sekitar pukul 13.00 di Pintu Tol Cililitan (antara Tol Jagorawi dan tol dalam kota) sungguh menyisakan pengalaman traumatik, khususnya bagi anak perempuan saya.

Setelah membayar tarif tol dalam kota, terdengar sirene dan hardikan petugas lewat mikrofon untuk segera menyingkir. Saya pun sadar, Pak SBY atau keluarganya akan lewat. Saya dan pengguna jalan lain memperlambat kendaraan, mencari posisi berhenti paling aman. Tiba-tiba muncul belasan mobil Patwal membuat barisan penutup semua jalur, kira-kira 100 meter setelah Pintu Tol Cililitan. Mobil kami paling depan. Mobil Patwal yang tepat di depan saya dengan isyarat tangan memerintahkan untuk bergerak ke kiri. Secara perlahan, saya membelokkan setir ke kiri.

Namun, muncul perintah lain lewat pelantam suara untuk menepi ke kanan dengan menyebut merek dan tipe mobil saya secara jelas. Saat saya ke kanan, Patwal di depan murka bilang ke kiri. Saya ke kiri, suara dari pelantam membentak ke kanan. Bingung dan panik, sayapun diam menunggu perintah mana yang saya laksanakan.


Patwal di depan turun dan menghajar kap mesin mobil saya dan memukul spion kanan sampai terlipat. Dari mulutnya terdengar ancaman, “Apa mau Anda saya bedil?” Setelah menepi di sisi paling kiri, polisi itu menghampiri saya. Makian dan umpatan meluncur tanpa memberi saya kesempatan bicara. Melihat putri saya ketakutan, saya akhirnya mendebatnya.

Saya jelaskan situasi tadi. Amarahya tak mereda, malah terucap alasan konyol tak masuk akal seperti “dari mana sumber suara speaker itu?”, atau “mestinya kamu ikuti saya saja”, atau “tangan saya sudah mau patah gara-gara memberi tanda ke kiri”. Permintaan saya dipertemukan dengan oknum pemberi perintah dari pelantam tak digubris. Intimidasi hampir 10 menit yang berlangsung tepat di depan Kantor Jasa Marga itu tak mengetuk hati satu pun dari anggota Patwal lain yang menyaksikan kejadian itu. Paling tidak, menunjukkan diri sebagai pelayan pelindung masyarakat. Karena dialog tak kondusif, saya buka identitas saya sebagai wartawan untuk mencegah oknum melakukan tindak kekerasan. Ia malah melecehkan profesi wartawan dan tak mengakui perbuatannya merusak mobil saya. Identitasnya tertutup rompi. Oknum ini malah mengeluarkan ocehan, “Kami ini tiap hari kepanasan dengan gaji kecil. Emangnya saya mau kerjaan ini?”

Saat rombongan SBY lewat, ia segera berlari menuju mobil PJR-nya, mengikuti belasan temannya meninggalkan saya dan putri saya yang terbengong-bengong.

Pak SBY yang kami hormati, mohon pindah ke Istana Negara sebagai tempat kediaman resmi presiden. Betapa kami saban hari sengsara setiap Anda dan keluarga keluar dari rumah di Cikeas. Cibubur hanya lancar buat Presiden dan keluarga, tidak untuk kebanyakan warga.

HENDRA NS
Cibubur

Komentar
Buat Baru Cari
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
ajie  - Pak SBY mohon pindah ke Istana Negara   |2010-07-18 00:06:51
Semoga saya tak mengalamai hal yang sama dengan Bpk Hendra NS dari cibubur.
Membingungkan memang, bener disalahin, salah kadang dibenarkan...

Saya dukung Pak Hendra NS, supaya Bpk SBY segera pindah ke Istana Negara.
wandhy7  - Pikirkan kembali Yudh..   |2010-07-18 15:38:53


Yudhoyona, sodara dipilih bukan untuk jadi RAJA.

Tolong, perhatikan kembali Raja yg sebenarnya, rakyat mu itu.

Dan jangan pernah berpikir untuk jadi raja kembali, jika ini tidak berubah.. panas..
YIYIN ZAIDIN  - Perlakuan yang berlebihan   |2010-07-19 09:59:47
Boleh-boleh saja perlakuan itu (Protokoler)diterapkan selama tidak menggagu kepentingan rakyat (umum)meskipun bagi kami (umum) terasa berlebihan bahkan dalam Islam sangat dilarang perbuatan yang berlebihan.
Mohon Maaf, Coba Bapak teladani Sholat berjamaah, disitu tdk ada perlakuan khusus bagi seseorang termasuk raja atau presiden sekalipun. Siapa yang datang duluan dia berhak duduk paling depan dan sebaliknya jika raja/Presiden sekalipun datang belakangan, mohon maaf harus duduk paling belakang.
Tapi Mohon Maaf apakah Bapak juga ada perlakuan istimewa juga dalam sholat berjamaah? (Saya suka lihat sholat Ied, bukan hanya Bapak kayanya semua pejabat (pelayan rakyat) dapat/ingin (bedanya tipis) perlakuan istimewa dari Tuannya (rakyat) terbalik tidak ya keadaan ini ?
arick  - patwalnya yang error   |2010-07-20 02:33:29
wah keterlaluan banget patwalnya.
mungkin benar jalur tol jadi sering macet gara-gara rombongan tersebut.
tapi kelakuan si patwal tadi mesti dibawa ke jalur hukum
sisca  - patwalnya lg mabok   |2010-07-28 08:22:54
kasian pak sby jd sasaran masanya padahal padwalnya yg lagi mabuk nyarmuk .........
irfan hidayat  - Betul ! Saudara Presiden, Istana Presiden adalah   |2010-08-09 11:25:47
Jakarta yang sudah sedemikian rumit dan macet ini banyak terobati bila Presiden SBY berkedudukan di Istana Negara untuk memimpin negara ini.

Menghemat bbm milyaran rupiah para pemakai jalan yang harus menunggu RI1 melintas jalanan setiap hari,

Menghemat tenaga anggota patwal yang harus selalu siaga dan waspada walaupun sudah tugasnya

Menghemat caci maki sumpah serapah siapapun yang jelas2 terganggu terlebih Ramadhan sudah di depan pintu

Saudara Presiden, lebih indah jakarta bila Istana Negara sebagai hak ditempati untuk keseharian tugas memimpin negara.

dari
warga negara indonesia
Doni   |2011-09-21 22:09:26
Mungkin dia lagi cari muka supaya kelihatan kerja kerasnya,makanya berani seenaknya bentak2 warga biasa,biarkan saja toh nanti kalau dia sudah pensiun mikir sendiri dosa2 yag telah diperbuatnya,dia ga tau apa kalau doa orang yang teraniaya pasti dikabulkan...
 

SocialTwist Tell-a-Friend

Dialog Kepemimpinan Dahlan Iskan Bersama Alumni ITB

Dialog Kepemimpinan Dahlan Iskan Bersama Alumni ITB

Dengan sigap jari-jari Direktur Utama PT PLN (persero) Dahlan Iskan mengetik jawaban pertanyaan yang diajukan melalui surat elektronik yang dikirim oleh para alumni Institut Teknologi Bandung ...

Adaro Energy Akuisisi PT Bukit Enim Energi

Adaro Energy Akuisisi PT Bukit Enim Energi

Jakarta, Roabaca.com – PT Adaro Energy Tbk (IDX – ADRO) (“Adaro Energy”) mengumumkan bahwa pada 14 Oktober 2011, PT Alam Tri Abadi (“ATA”), anak perusahaan dariAdaro Energy, telah menandatangani akta ...

Aku Ingin Jadi Peneliti di Adaro

Aku Ingin Jadi Peneliti di Adaro

roabaca.com,- Bogor-Pemuda berkaca mata itu berusia 19 tahun, ia bernama Hanifullah Habibie. Sekilas tak ada yang menarik darinya. Namun siapa yang bisa menyangka kalau ia adalah satu-satunya mahasisw...

Dikpora KSB dan PTNNT Bahas Persiapan Program Sukses UN 2012

Benete, Roabaca.com.- Dinas Pendidikan dan Olahraga (DIKPORA) Kabupaten Sumbawa Barat dan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)  bekerja sama dengan  Lembaga Pendidikan Progressio Surabaya membah...