Inilah Isi Email Prita Mulyasari Yang Saat Ini Ditahan di LP Wanita Tangerang
Oleh Arif Hidayat    Rabu, 03 Juni 2009 / 08:40:26   
Indeks Artikel
Inilah Isi Email Prita Mulyasari Yang Saat Ini Ditahan di LP Wanita Tangerang
Sambungan email ke-2
Semua Halaman

altMaubaca.com.- Kasus Prita Mulyasari yang sedang menghangat belakangan ini patut menjadi perhatian bersama disaat kemajuan teknologi bisa menyapa siapa saja. Bermula dari surat pembaca dan email yang tersebar diberbagai millis, kini Prita Mulyasari  ditahan  sejak 13 Mei 2009 di LP Wanita Tangerang, Banten dan harus menghadapi persidangan pidana. Dia dijerat Pasal 27 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Prita digugat oleh RS Omni karena dia mengeluh tentang pelayanan RS itu lewat email.

Inilah isi lengkap email Prita Mulyasari yang dimuat di surat pembaca detik pada Sabtu, 30/08/2008 11:17 WIB dengan judul RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif


Jakarta - Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi.  Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Silakan lanjutkan ke halaman berikutnya:



Komentar
Buat Baru Cari
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
indra gunawan   |2009-06-03 10:22:01
Memang,,,

Nasib rakyat kecil sering dipermaikan sama orang orang kaya,

Ini negara demokrasi,bebas mengutarakan pendapat,

Ini bukan pencemaran nama baik,tapi ibu prista adalah korban dari tindakan yang semena mena dari pihak rumah sakit
wawan   |2009-06-04 01:51:31
Tegakkan keadilan..tegakkan kebebasan berpendapat..ini bukan pencemaran nama baik ini adalah kebebasan mengeluarkan keluhan supaya bnyk org yg mendengar dan memperhatikan bhw rs omni ternyata pelayanannya tdk memuaskan dan org2 yg bekerja di situ tdk berhati nurani hanynya mementingkan uang semata...hidup bu prita.. tegakkan keadilan
baron  - sudah berlangsung lama   |2009-06-04 07:54:54
kayanya ini bukan masalah baru deh...kenapa baru sekarang di permasalah kan lagi? ck ck ck
maria mustika  - Nama baik?   |2009-06-03 10:25:13
kalo memang RS OMNI punya bukti kuat itu pencemaran nama baik, kenapa tidak dibeberkan saja. PAsal pencemaran nama baik ini pasal karet yang sebenarnya butuh bukti kuat dan juelas anda NAMA BAIK untuk dipertahankan. Apakah RS OMNI yakin punya itu? atau sekedar ingin balas dendam saja atau memberi efek jera supaya kalo ada yang bermasalah dengan RS OMNI lagi jadi gak berani berkutik????
Anonymous   |2009-06-03 14:12:34
itu rumah sakit hewan,,mangkanya asal suntik bae... yang penting dapet duit..
Anonymous   |2009-06-03 11:59:56
Minta bantuan LBH kesehatan mbak,..
bener2 rumah sakit ANJING.....!!!
Anonymous   |2009-06-03 16:22:58
siman   |2009-06-04 01:52:55
patut diduga adakah sesuatu pesanan khusus dari omni yang arogan dan banyak uang kepada aparat agar memberi pelajaran pada prita yang tak tahu diri itu, berani beraninya melabrak pejabat omni. Berapa ... ya????
Dwie  - Apa sih makna pencemaran nama baik..?   |2009-06-03 12:23:21
Apa sih makna pencemaran nama baik...? Kalau memang itu benar adanya, dan konsumen merasa dirugikan apa itu yang disebut pencemaran nama baik… ? Mestinya konsumen ini dilindungi, bukan dibui..! Apa karena salah kaprahnya penerapan UU ITE..? Mohon lembaga yang menangani perlindungan hak-hak konsumen diperhatikan....
Anonymous   |2009-06-03 12:24:27
Allahu akbar dimana keadilan yang ada di bumi ini......
Yang benar ditahan.....yang salah ....menikmati penderitaan.
Jangan khawatir Allah lah sebaik-baik hakim......
rumah sakit koq gitu ?  - wah.. serem dah..   |2009-06-03 12:30:27
serem banget yah rumah sakit koq spt itu !!!
wwn   |2009-06-03 12:31:13
wahai penduduk indonesia.....
jangan ada yang mau berobat di RS tersebut...
anonim   |2009-06-03 12:40:41
loh bukan rumah sakit orang ya??
Tylla SUbijantoro   |2009-06-03 12:41:46

UU kesehatan di Indonesia kan sudah diperbaiki, dari laporan Ibu Prita tersebut, Dokter2 di RS Omni sudah melanggar hukum dengan tidak memberkikan data akurat dan keterangan jelas kepada Pasien..Sistem Peradilan di Indonesia ini gimana sih, masa surat keluhan begini bisa menjebloskan konsumen kesehatan ke Penjara..Rusak..
maryatun   |2009-06-03 12:59:11
keballk kalee harusnya bu prita yang menggugat dan mereka2 yang masuk tahanan
ersaden   |2009-06-03 13:17:12
saatnya meninggalkan perobatan dengan kimia, adakah oabat yang berlabel halal??
back to nature

selamtakan saudara kita menjadi korban praktek, kini sudah ada cara pengobatan tanpa harus menggunkan peralatan yang di buat buat asala canggih,

tutup aurat, dan dari wajah serta telapak tangan sesunggunya sakit mu terlihat sempurna

kembalikan keadilan pada Al Adal
Anonymous   |2009-06-03 14:10:36
pakai lah ....
eisa   |2009-06-03 13:22:04
Tuhan pasti akan membuka mana yang benar.
Mohon kepada Manajemen Rumah Sakit Omni untuk memakai hati nuraninya (bila masih ada).
Bagaimana seandainya kejadian ini tertimpa pada salah satu keluarga anda atau mudah2an kepada diri anda sendiri....???!!!
SALMA  - Keadilan harus ditegakkan   |2009-06-03 13:22:12
keadilan harus ditegakkan, ibu harus menggugat balik rumah sakit dan dokter yg malpraktek seperti itu, kami akan slalu mendukung ibu yg terdzalimi.
YUNAY  - APA ITU MAL PRAKTEK??????   |2009-06-06 07:13:35
SEBAIKNYA LBH DIPELAJARI LG APA itu mal praktek. yg dialami prita adl bkn mal praktek.. tp komunikasi yg krg jelas aj,baik dr prita maupun pihak omni jg krn keterbatasan pengetahuan prita tentang medis
nuna   |2009-06-03 13:32:01
Tuh RS gak kenal akhirat apa!!!???
rafi ravi rapi   |2009-06-03 18:50:20
lebih cepat lebe bae hi...3x
adi  - tuk rumah sakit yang kacangang bertitle internasio   |2009-06-03 13:42:55
dr G, dr H, dr M, dan Og yang pesta gila....
jangan jadikan orang yang awam krna penyakit menjadi praktek kegilaan rumah sakit...
wallahu a'lam bissowab....
innallaha sari'ul hisab...
Eng  - Wah Wah Wah.....   |2009-06-04 08:35:09
Bener - bener deh ni dokter, Pasien jadi kelinci percobaan donk.... Payah....
Bunda Hilya   |2009-06-03 13:54:55
Lucu banget ya... maunya nuntut mbak Prita, nyalahin mbak prita, menjarain mbak Prita krn mencemari nama baik....
ujung2nya orang2 sejagad raya jadi tahu kalo RS OMNI menjijikkan....capek deeeh....( manajemen OMNI sebelum nuntut orang mbok ya mikir2 dulu apa efek ujungnya....kesian deh lo banget ya ) pembaca n pemirsa pada simpati ama mbak prita ujung2nya...wakakakakaka!
Mang Jumin  - Gila Harta & Martabat   |2009-06-04 13:00:42
Dah kebanyakan mikirin keuntungan kali, jadi nggak sempet mikirin kerugian lagi
imel  - Jangan Semena2 terhadap Kaum Lemah   |2009-06-03 14:09:41
Tuk Pihak Rumah Sakit mohon untuk membuka hati nuraninya, bukan kan kalian para dokter itu hatusnya menolong dan mencoba menyembuhkan orang yang sakit kenapa malah memperparah orang yang sakit, jangan di pikir bisa mempermainkan orang lemah sekarang jamannya sudah berbeda keadilan harus ditegakkan dan kalau terbukti kalian salah harus berani meminta maaf dan mengganti rugi atas apa yg telah dilakukan, masih untung di indonesia coba kalau dinegara luar bisa ditutup rumah sakitnya malah ijin praktek bisa dicabut plus harus bayar biaya ganti rugi. SEMOGA CEPAT DISELESAIKAN DAN DAPAT TERKUAK. INGAT anda2 juga mempunyai istri, anak, saudara jikalau itu terjadi pada org yang kalian sayangin apa yg akan kalian lakukan.
Men   |2009-06-03 14:22:55
Betul...
RumAH SAkit ANJRIT...
prita juga  - rumah sakit anjing, babi, pukimak ....   |2009-06-03 14:25:07
Internasional anjing kau OMNI ...
Dodi WS  - Jadi bingung..   |2009-06-03 14:30:01
Aneh sih? Pencemaran nama baiknya di mana ya? Klo memang Prita bisa mengungkapkan bukti2 akurat dan otentik, apalagi langsung bisa dilihat dengan mata, pencemaran nama baiknya ada di mana seh? Jadi bingung saya..
Anonymous   |2009-06-04 00:30:11
betul sekale bro dimana sih letak pencemaran nama baiknya, memang hukum di indonesia sudah sedemikian parahnya sudah bukan hati nurani yang berbicara benar atau salah tapi besar tidaknya u... yang berbicara, siap kuat dia yang menang. parah-parah
Anymonous  - rs omni minta maaf saja & ganti rugi!   |2009-06-03 14:48:02
Sebaiknya pihak rs omni & dokter yg menangani minta maaf ke mba prita & mengganti rugi atas kesewenang2annya.

kebalik dong harusnya mba prita yg menuntut...
ehhh omni malah bikin jelek namany sendiri..

tunggulah kehancurannya jika omni masih
memutarbalikan fakta...

Ingat TUHAN Maha Melihat & Tahu segalanya.

Kami dukung dari sini mba prita
Anymonous  - rs omni minta maaf saja & ganti rugi!   |2009-06-03 14:48:28
Sebaiknya pihak rs omni & dokter yg menangani minta maaf ke mba prita & mengganti rugi atas kesewenang2annya.

kebalik dong harusnya mba prita yg menuntut...
ehhh omni malah bikin jelek namany sendiri..

tunggulah kehancurannya jika omni masih
memutarbalikan fakta...

Ingat TUHAN Maha Melihat & Tahu segalanya.

Kami dukung dari sini mba prita
khairunnas   |2009-06-03 14:51:56
Dukungan Buat Bu Prita..!!

Hei, manajemen RS OMNI, Anda terlalu arogan. Seluruh masyarakat Indonesia di belakang mbak Prita. Kalo yu nekat, ane minta pemerintah cabut aja tuh izin operasional RS OMNI sekalian. Biar tahu rasa..!!
Buat Panesihat hukum RS OMNI, Polisi, Jaksa, dan Hakim, email mbak prita gak ada yang mencemarkan nama baik RS OMNI sama sekali. Email ini masih dalam koridor kebebasan berpendapat yang dijamin oleh UUD 1945. Bukankah RS adalah pelayan publik. Bukankah publik berhak tahu dan menyatakan komplain terhadap pelayan publik? Belajar hukum dari mana kalian? Kalo nggak ngerti hukum saya bisa kok ngajarin..!!!
sukampret  - dokter kampret!!...   |2009-06-03 14:53:09
Dokternya ijazahnya nembak kali yah? RS sakitnya geblek hanya duit aja yg di cari nyawa nomer seratus, nyang ngejeblos'in prita, jaksa geblek yg gak tau dan tdk mengerti UU ITE, di kantor aja kagak ngerti pake komputer, tau nya mean game. duh binun nih negara mana yg kayak gini semuanya geblek!! Semua orang harus dan wajib tau mana RS yg baik pelayanannya dan mana yg dokter benerannya, pantes kalo rakyat kita pada berobat ke LN (kalo org kaya)kl orang miskin? dilarang sakit!
Capital Destroyer  - Dokter Gadungan   |2009-06-03 16:39:05


Hai...Dr.H, Dasar Dokter Gadungan... bikin diagnosa aja kagak becus...nyawa orang dibikin percobaan...mudah mudahan nanti klo mau modar nyawanya juga dibikin percobaan malaikat maut. Dasar...dokter matre...uang aja yang dicari...bukannya mementingkan pertolongan nyawa orang malah cari kesempatan jualan obat biar dapat uang vendor obat yang dipakainya....
bujang  - dokter hewan   |2009-06-03 14:55:49
Dokter yang disebutkan kayaknya lebih baik jadi dokter iblis aja.....
Tolong dong nama lengkapnya dokter2 tersebut, biar kita bisa menghindari periksa ke dokter2 iblis tersebut.
dr G, dr H, dr M, dan Og ???
joko  - bebaskan prita   |2009-06-03 15:15:39
wah....wah... kaya jaman orba lagi ngomong dikit gak enak lgs ditangkap dech,sebenarya pihak rumah sakit kan bisa memberikan klarifikasi yang disampaikan terbuka juga kepada ke publik, bukannya main tuduh jalan yang ditempuh RS menjadi bomerang gimana tidak hancur reputasinya pasien sepi akhirnya bangkrut dech.....modyar, BEBASKAN PRITA!!
lieth  - So terrible   |2009-06-03 15:30:37
Mengerikan
RS. OMNI GOBLOK   |2009-06-03 15:33:53
Ini bukan pencemaran nama baik, tapi ini cerita pengalaman yg dialami oleh mbak prita.
kalo memang merasa tidak melakukakn apa yg disebut ibu prita, maka sebaiknya pihak RS Omni dapat mengklarifikasi dengan membeberkan bukti-bukti yang sah..
RS Omni kebakaran jenggot namanya nih ..
denagn melaporkan ke polisi dan kejaksaan, sama halnya dengan menggali kubur sendiri ... hehe kasian..
Sementara Bu Prita semakin banyak pendukungnya , rakyat biasa yang juga sering mendapat perlakuan dari RS seperti RS Omni yang hanya mementingkan Bisnis nya saja...

Saya rasa betul, itu dokter-dokter yg di sebut bu prita adalah dokter-dokter karbitan...

Terimakasih Bu Prita, anda telah membukakan mata khalayak ramai mengenai kecenderungan pelayan pelayan medis saat ini yg tidak memakai hati nurani, Meskipun hal ini harus ibu bayar dengan mahal.......
Ibu pantas disebut pahlawan kami....
yuwono   |2009-06-03 15:50:50
itulah nasib kt org2 kecil,mau cari smbuh aja dimainin,mau curhat dbilang mncemarkan nama baek...walah itu dkter2 omni yg trlibat n aparat yg nahan smpe dpenjara tu po ga mkir ya..!!klo dia yg ngalami spt itu,dah silau kallleeee...ya!buat mb prita yg tabah buat dkter2 n aperat yg terlibat dg itu tak sumpahin lo lo pd...mga2 kapan2 lo ato kluarga/kturunan lo yg akan ngalamin itu n lbih parah lg biar tau rasa
sunanjaya  - RS OMNI Blunder   |2009-06-03 16:11:32
Kesalahan terbesar dilakukan oleh RS OMNI, (Allah memang adil..)
Justru nafsu mereka untuk mendakwa Ibu Prita malah membuat nama di sendiri yg tercemar..
Dengan terbukanya kasus ini di muka publik, orang jadi pingin tahu.. Ada Apa Dengan RS OMNI ?.... Walhasil yg di dapat oleh masyarakat adalah informasi.. RS OMNI pernah mengecewakan ..(mgkn lebih tepat mencelakakan..) pasiennya.

Dijamin 100% deh orang ga bakal mau dateng lagi ke RS itu... paling tidak.. muncul keraguan di hati calon pasien.

Kalo diselesaikan dengan cara baik2 ke bu Prita tnp pengadilan mgkn ga akan seperti ini masalahnya...

Tp namanya "bau busuk"..mau di sembunyikan kaya apa.. suatu ketika pasti akan tercium pula...


Allah memang Maha Adil
 

SocialTwist Tell-a-Friend

Dialog Kepemimpinan Dahlan Iskan Bersama Alumni ITB

Dialog Kepemimpinan Dahlan Iskan Bersama Alumni ITB

Dengan sigap jari-jari Direktur Utama PT PLN (persero) Dahlan Iskan mengetik jawaban pertanyaan yang diajukan melalui surat elektronik yang dikirim oleh para alumni Institut Teknologi Bandung ...

Adaro Energy Akuisisi PT Bukit Enim Energi

Adaro Energy Akuisisi PT Bukit Enim Energi

Jakarta, Roabaca.com – PT Adaro Energy Tbk (IDX – ADRO) (“Adaro Energy”) mengumumkan bahwa pada 14 Oktober 2011, PT Alam Tri Abadi (“ATA”), anak perusahaan dariAdaro Energy, telah menandatangani akta ...

Aku Ingin Jadi Peneliti di Adaro

Aku Ingin Jadi Peneliti di Adaro

roabaca.com,- Bogor-Pemuda berkaca mata itu berusia 19 tahun, ia bernama Hanifullah Habibie. Sekilas tak ada yang menarik darinya. Namun siapa yang bisa menyangka kalau ia adalah satu-satunya mahasisw...

Dikpora KSB dan PTNNT Bahas Persiapan Program Sukses UN 2012

Benete, Roabaca.com.- Dinas Pendidikan dan Olahraga (DIKPORA) Kabupaten Sumbawa Barat dan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)  bekerja sama dengan  Lembaga Pendidikan Progressio Surabaya membah...