5 Alasan Prita Mulyasari Dibebaskan dari LP Tangerang
Oleh Syahrul Salam    Rabu, 03 Juni 2009 / 17:49:01   

altMaubaca.com. Hari ini (Rabu/03/06) tepat pukul 16.20, Prita Mulyasari dibebaskan dari LP Wanita Tangerang, pembebasan ini kemudian beralih status menjadi Tahanan Kota. Keputusan hukum ini disampaikan langsung oleh Kapuspenkum Kejagung Jasma Panjaitan dan Kepala LP Wanita Tangerang Arti Wirastuti. Sebagaimana diketahui Ibu Prita Mulyasari (32) dijebloskan ke penjara semenjak 13 Mei lalu oleh Kejaksaan Negeri Tangerang atas tuduhan melanggar UU ITE pasal 27 ayat 3. Prita dalam hal ini dianggap mencemarkan nama baik pelayanan RS Omni Internasional Tangerang Banten.

Kalau dianalisis lebih dalam ada beberapa alasan kenapa Prita dibebas “mendadak” hari ini:

Pertama, dalam UU KUHP ada tiga alasan orang ditahan; melarikan diri, mengintimidasi dan merusak barang bukti. Ketiga alasan ini tidak ditemui dalam kasus Prita Mulyasari.

Kedua, sebagai puncak kasus ini, hari ini kasus Prita telah menjadi konsumsi politik tingkat tinggi. Tak kurang SBY, Boediono, JK dan Megawati “turun gunung” dengan memerintahkan seluruh institusi terkait untuk mengkroscek ulang masalah penahanan Prita. Hasilnya, Kejagung telah memerintahkan untuk mengeksaminasi Jaksa yang menangani kasus Prita. Kapolri, sami mawon,  juga memerintahkan untuk memeriksa penyedik yang terlibat dalam perkara Prita.

Ketiga, Seluruh media massa, elektronik dan media portal menjadikan masalah penahanan Prita pada pembahasan utama berita dari pagi hinga sore hari ini.

Keempat, Masalah Prita bukan lagi semata-mata masalah hukum positif. Akan tetapi, keberpihakan publik secara massif telah mendorong semua aktor untuk mengambil sikap,dari politisi, akademisi hingga NGO ikut mengambil bagian membela Prita.

Kelima, Secara kebetulan saat ini menjelang pilpres, maka kasus Prita pun menjadi komoditi politik tingkat tinggi untuk dijual dan digoreng. Ada satu keyakinan bahwa, pihak RS Omni internasional tentu tak menyangka kasusnya akan semasiv ini, apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Kini resiko terburuk harus siap diterima, pencabutan izin operasi.

Komentar
Buat Baru Cari
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
m_reedo  - makanya kl jd Institusi Publik jgn FASIS!!!   |2009-06-03 20:13:04
gw yakin RS OMNI pegang teguh filosofi MUSOLINI --- FASISME--- Kita BOIKUT RS OMNI skrg & selamanya!!! pecat Jaksa & Polisi yg disogok RS OMNI buat menjarain Ibu Prita!!!
budi h  - prita masuk penjara   |2009-06-03 22:16:09
kok bisa ya orang unek-unek sakit kok masuk penjara , hebat saudara polisi yang memasukan penjara orang sakit
Yanis  - jangan salah kutip   |2009-06-04 21:23:36
Yang masukin penjara bukan polisi !!?? Jaksa yang masukin dia !!?? Entar disomasi polisi loh ??!!
yono  - hidup prita   |2009-06-03 21:33:00
hidup prita...
freeyork  - gileeee benerrrrrr.......   |2009-06-03 22:41:36
Bener2 negara ini udah kronis sakitnya... polisi, jaksa, politisi semuanya.....sami mawon. kelakuannya pada bejad semua....copot kejati, kejari, kapolsek, kapolres n semua penyidiknya........
totong   |2009-06-04 01:09:31
Gila tuh RS, orang ditipu nggak boleh komplain!!! dasar ANJING tuh RS OMNI
devi k iskandar  - sdm rendah   |2009-06-04 04:47:42
itulah salah satu SDM rendah, semua bisa saja dilakukan hanya karena uang. penyidik baik di kepolisian ataupun kejaksanaan sama saja kalo SDM rendah semua bisa buta karena uang tidak bisa menelaah mana yg benar dan mana yg salah semua libas habis, efeknya ??? sudah jelas membuat permasalahan menjadi ruwet dan menguntungkan salah satu pihak. wajar-wajar saja dan sangat baik jika seseorang spt ibu prita memberi kabar ke semua org ttg keburukan manajemen RS OMNI biar semua tau dan nda akan terjadi lg kejadian seperti yg menimpa ibu prita. jadi tlng kepada pihak-pihak terkait sebelum melakukan penahanan dilihat dulu permasalahannya apakah dia pantas di tahan ato nda, jgn yg dilihat uangnya saja. thank's
Yodi Anugraha   |2009-06-04 05:25:08
NEGARA INDONESIA AKAN MENDAPATKAN BENCANA BESAR LAGI...AKIBAT..... AKHLAK MANUSIA YG MEMENTINGKAN UANG..KEKUASAAN....ingat..ingat..ingat
AdEkA   |2009-06-04 06:01:14
mudah2an kita smua dapat mengambil hikmah dari kasus yg menimpa mbak prita..
joni w. USA  - Mana negara hukum????   |2009-06-04 07:24:53
Saya salah satu orang yang juga turut menyebarkan salinan email tersebut ke teman2 saya yg lain, ke RS Omni dan ke berbagai instansi kesehatan dan DEPKES RI...silahkan tangkap juga saya, kalau memang spt itu kejadiannya mengapa kita harus menutup-nutupi? Indonesia negara demokrasi, tetapi hanya berani sama warga negara lemah yang hanya ingin keadilan ditegakkan, coba kalau berani sama keluarganya aparat pemerintahan? Kasus anak mantan Presiden saja masih menggantung dan tdk pernah selesai. Dasar Anjing........!!!
Please make double check before make decision!!! Check kebenaran laporan dari ibu Prita, kalau tidak terbukti baru lakukan tindakan, itu baru hukum yang benar.
Untuk ibu Prita....tetap berjuang demi tegaknya keadilan untuk warga2 yg lain juga....tabah ya bu..!!!
budi  - mr   |2009-06-04 08:40:13
Ntu rumah sakit kudu di gugat balik tuh. Orang bicara keluhan (suara pembaca) malah di jerat. Bu prita dan Rakyat harus menggugat! Lebih Cepat lebih baik..
andi.joenas  - sadarlah....   |2009-06-04 08:48:21
akan datang masa pembalasan kepada orang - orang yang telah menindas kaum yang lemah...dan itu tidak saja di bumi di ahkirat pun akan ada balasannya...bersiap siaplah anda...
Budi  - jaksa Sigap   |2009-06-04 09:14:34
Pertanyaannya, kenapa jaksa tiba-tiba begitu sigap memenjarakan ibu yang sedang menyusui ini ? Seingat saya (cmiiw), ada 2 jaksa yang menjadi tersangka penggelapan barang bukti, sekarang bebas tuh, ngga ditahan. Apakah menulis curhat di milis lebih berdosa ketimbang menggelapkan barang bukti?
Ya tuhan, kalau manusia tak menggunakan hati yang telah kau berikan, cabutlah hatinya, agar karuniamu tak sia-sia....
jaka.   |2009-06-04 13:10:47
sekedar revisi, bukan UU KUHP, tapi KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana)
andy  - Miss Management menutupi kesalahan   |2009-06-04 14:59:00
Kasus ini sangat memprihatinkan..seharusnya management omni khususnya bagian public relation and customer service mencontoh sikap manajemen Astra Honda Motor, yang memanggil semua blogger dan institusi ataupun perorangan yang menghujat mereka, menggunakannya sebagai senjata meningkatkan kemampuan untuk memperbaiki layanan terhadap pelanggan. Manajemen Omni seharusnya melakukan hal yang sama, memanggil orang orang yang mengkritiknya dan membuat diskusi bersama dengan tim dokter atau kalau perlu badan yang menangani etika profesi dokter maupun dinas kesehatan setempat. Gunakan kritikan sebagai bahan untuk meningkatkan pelayan pelanggan. Kondisi sekarang sudah percuma memperbaikin yang seharusnya dilakukan manajemen omni yang bodoh itu adalah melakukan perbaikan manajemen mengganti PR ataupun customer servicenya dan mengganti semua dokter yang terlibat. Ini semua demi nama baik omni sendiri. lalu beritakan kesemua media massa maupu mailing list atau undang para blogger bahwa telah dilakukan perbaikan perbaikan demi meningkatkan pelayanan. Ingat rumah sakit adalah public service, dimana jasa atau pelayanan terutama customer service adalah ujung tombaknya. Perbaiki sikap bodoh manajemen dengan mengganti semua manajemen..pahit tapi seperti obat yang selalu diberikan oleh para dokter memang pahit tapi untuk kebaikan omni sendiri.
Yusuf Supriadi   |2009-06-04 18:36:12
Itulah boomerang yang mesti diterima RS Omni International yang memiliki manajemen dan SDM Tingkat RT, jadi ganti aja namanya menjadi RS Omni Tingkat RT. Kalo 1 pasien/konsumen tidak puas akan cerita pada 11 atau 1000 orang ketidakpuasannya, itu hal wajar. Harusnya ingat motto "Anda tidak puas? hubungi kami, Anda puas? hubungi teman-teman anda". Omni f*@#?g grace
Sekarang nasi sudah jadi bubur...kalo RS Omni masih ingin tetap bertahan lebih baik namanya ganti dari sekarang, karena orang Indonesia biasanya baik-baik lho mudah melupakan. bener gak ya?
saladin karim  - reply   |2009-06-04 20:44:27
OMNI, JAKSA, DAN SEMUA YG SIKSA PRITA :
Henry  - Keberuntungan Prita   |2009-06-05 16:54:31
Beruntung banget Bu Prita kasus ini terblow-up saat kampanye Pilpres, coba kalo enggak wah berat deh.

Bencana juga buat RS Omni, maksud hati ingin memperbaiki citra eh malah namanya makin buruk.
Tania   |2009-06-05 20:52:27
Sebaiknya Nama "Rumah Sakit" diganti aja menjadi "Rumah Sehat" Karena kalo Rumah sakit pengertiannya Orang sehat masuk menjadi sakit, dan orang sakit masuk jadi setengah mati atau mati. Apalagi kalo rumah sakitnya mewah, pasti utangnya banyak dan pusing mikirin utang, akibatnya pasien yang dianggap mampu di gorok sekalian, biar agak lama dirawatnya dan yang gak apa2 jadi parah, dan yang parah jadi zombi dengan alat2 bantu kehidupan berupa selang2 masuk dari segala lobang di tubuh. Yah pokoke sebisanya biar ada income. Gak heran kalo sekarang orang berduit, operasi bisul aja ke singapore atau negara lain yang tidak bertele-tele dan cespleng. Kata mereka itung2 mah sama aja abisnya kalo berobat di sini, malah dapet bonus jalan-jalan lagi. Nah satu obyek lagi buat rame2in politik yang kian memanas di negeri tercinta ini. Gitu aja kok repot...... Tutup aja RS Omni itu, atau rame2 demo seperti biasa, hehehe
 

SocialTwist Tell-a-Friend

Dialog Kepemimpinan Dahlan Iskan Bersama Alumni ITB

Dialog Kepemimpinan Dahlan Iskan Bersama Alumni ITB

Dengan sigap jari-jari Direktur Utama PT PLN (persero) Dahlan Iskan mengetik jawaban pertanyaan yang diajukan melalui surat elektronik yang dikirim oleh para alumni Institut Teknologi Bandung ...

Adaro Energy Akuisisi PT Bukit Enim Energi

Adaro Energy Akuisisi PT Bukit Enim Energi

Jakarta, Roabaca.com – PT Adaro Energy Tbk (IDX – ADRO) (“Adaro Energy”) mengumumkan bahwa pada 14 Oktober 2011, PT Alam Tri Abadi (“ATA”), anak perusahaan dariAdaro Energy, telah menandatangani akta ...

Aku Ingin Jadi Peneliti di Adaro

Aku Ingin Jadi Peneliti di Adaro

roabaca.com,- Bogor-Pemuda berkaca mata itu berusia 19 tahun, ia bernama Hanifullah Habibie. Sekilas tak ada yang menarik darinya. Namun siapa yang bisa menyangka kalau ia adalah satu-satunya mahasisw...

Dikpora KSB dan PTNNT Bahas Persiapan Program Sukses UN 2012

Benete, Roabaca.com.- Dinas Pendidikan dan Olahraga (DIKPORA) Kabupaten Sumbawa Barat dan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)  bekerja sama dengan  Lembaga Pendidikan Progressio Surabaya membah...