| Produksi Minyak dan Gas Bumi 2,636 Juta Barel Per Hari | ||||
|
|
Pekanbaru – Produksi rata-rata produksi minyak dan gas bumi bulan Agustus 2010 secara keseluruhan mencapai 2.636 juta barel setara minyak per hari. Untuk minyak, realisasinya sebanyak 965 ribu barel per hari, sedangkan untuk gas, rata-rata produksinya mencapai 9.386 juta standar kaki kubik per hari “Angka ini melewati total produksi rata-rata pada tahun 2003,” kata Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BPMIGAS), R. Priyono saat buka puasa bersama di kantor Chevron Pacific Indonesia, Rumbai, Pekanbaru, Kamis (19/8) petang. Hadir dalam safari ramadhan tersebut, Presiden Direktur Chevron, Abdul Hamid Batubara, Deputi Umum BPMIGAS, A.S. Rizal Asir, Kepala Divisi (Kadiv) Operasi Lapangan, Muliawan, Kadiv Operasi Penunjang, Sinang Bulawan, Kadiv Pertimbangan Hukum, M.I. Zikrullah, dan Kapala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan, Elan Biantoro, serta ratusan pekerja perminyakan di Pekanbaru. Priyono mengatakan, tujuan safari ramadhan untuk bersilaturahmi dengan pekerja hulu migas di lapangan dan memberikan dukungan moril kepada para ujung tombak operasional hulu migas tersebut. Apresiasi diberikan kepada para pekerja yang dalam keadaan beribadah puasa namun tidak mengurangi hasil pekerjaan. Terbukti dengan tingkat produksi yang tetap bisa dipertahankan. “Pencapaian ini hasil kerja keras semua pihak, terutama para pekerja di lapangan,” katanya. Abdul Hamid Batubara menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan kunjungan Pimpinan BPMIGAS di Rumbai. Dia mengungkapkan, pihaknya mengagendakan kegiatan serupa di sepuluh lapangan migas Chevron, di Riau maupun di Kalimantan Timur. Selama Ramadhan 1431 H, pimpinan BPMIGAS direncanakan melakukan safari ramadhan di lima wilayah, yaitu wilayah Sumatra Utara-Tengah di Rumbai Pakanbaru, wilayah Kalimantan-Sulawesi di Balikpapan, Kepulauan Natuna di Pulau Matak, wilayah Sumatra Selatan di Palembang, dan wilayah Jawa Timur, Papua, dan Maluku di Surabaya. Kegiatan di Balikpapan berlangsung pada Jumat (20/8). Rombongan dipimpin Wakil Kepala BPMIGAS, Hardiono. (ACU) |






Penanganan kasus-kasus imigran dan penyelundupan manusia harus dilakukan terpadu, dengan melibatkan berbagai instansi. 









