| Amir Hamzah Dilaga, Bos PT PMS-Pribadi Sederhana Nan Supel | ||||
|
|
Pada tahun 1985, AHD direkrut oleh PT Pertamina dan sekaligus menjadi peserta angkatan pertama yang mendapat program Pendidikan Bimbingan Profesi Sarjana Akuntansi Perminyakan Pertamina Pusat. Alumni dari program ini membawa AHD berkeliling Indonesia dengan menempati berbagai pos srategis di lingkungan Pertamina. Suami dari Ibu Ika Kartika ini pernah ditempatkan di Cilacap sebagai pengawas Akuntansi Biaya dan Konsilidasi Laporan Keuangan Pertamina. Semenjak tahun 1987-1998, AHD dipercaya Pertamina menjadi Kepala Akuntansi Pertamina pada unit kerja Pertamina di Cilacap, Sorong, Balikpapan, Surabaya. Ayah dari Ahmad Maulana Hamzah, Nuur Hanifah H dan Nuur Hafizah Hamzah ini terus mendapat kepercayaan. Pada tahun 1998, AHD kembali didaulat untuk menduduki Kepala Keuangan Rumah Sakit Pertamina Pusat, dan setahun kemudian dinobatkan menjadi Wakil Direktur di RSPP. Pada tahun 2001, AHD berhijrah dan ditunjuk sebagai Direktur Keuangan Yayasan Kesejahteraan Pegawai Pertamina (YKPP). Pada tahun 2003, AHD kembali menjadi orang nomor satu di YKPP yakni sebagai Presiden Direktur. Pengalamanya dalam mengelola perusahaan, membuat AHD terpilih sebagai Presiden Direktur PT Pratama Mitra Sejati (PT PMS) dari 2007 hingga kini. Kiprah AHD di PMS Sebagaimana diketahui, PT PMS merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa yakni jasa sewa ruang perkantoran dan jasa sewa kendaraan. Sekitar 65 % saham dari saham PMS dimiliki oleh PT Pertamina. PMS di bawah kendali AHD sejauh ini terus tumbuh menjadi perusahaan jasa strategis dan diperhitungkan. Di kelasnya, PT PMS telah tumbuh menjadi perusahaan terbaik. Dalam hal penyewaan perkantoran, PMS setidaknya memiliki 5 gedung perkantoran yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya. Lebih dari itu, PMS di bawah AHD terus eksis dengan ekspansi usaha. Dalam penyewaan mobil misalnya, PMS kini memiliki 1.000 unit kendaraan sewa, (melonjak jauh dari 369 unit pada tahun 2006); terdiri dari berbagai jenis kendaraan, mulai dari kendaraan kelas premium hingga kendaraan operasional lapangan. Pada tahun 2010, PT PMS mencanang pertumbuhan usaha mencapai 37,24 % dengan target pendapatan usaha sebesar Rp. 97,69 milyar. Di bawah AHD, semenjak 2009, PMS mulai mengaplikasikan keunggulan Sistem Informasi Terpadu. System ini menggunakan perangkat keras dan lunak yang bersifat “open system”. Dalam operasionalnya, informasi dapat diakses melalui fasilitas web. Dengan system inipula laporan keuangan dan laporan manajemen dapat disajikan secara terbuka. Lebih dari itu, system ini juga telah dirancang untuk dapat melakukan pertukaran data dan informasi dengan pelanggan secara riil time ke setiap cabang. Jika menelisik keseharian AHD di PMS, banyak orang dan tamu tentu tak mengira, bahwa dirinya adalah orang nomor satu di PMS. Pribadi AHD yang sederhana, santun dan supel membuatnya tampil bersahaja, dekat dengan bawahan. Bagi AHD, posisi dan kedudukan tidak mencerminkan personality sesungguhnya, akan tetapi akal budilah yang memancarkan rona dan perilaku. Mengomentari tentang bekerja professional, AHD berkomentar singkat, “eksistensi seseorang ditentukan oleh produktiftasnya dalam bekerja”. Data Diri dan Keluarga Nama Lengkap : Amir Hamzah Dilaga Tempat, tanggal lahir : Sumbawa Besar, 2 Juni 1953 Alamat : Jln. Cempaka Putih Tengah 15 No. 57-Jakarta Pusat No. Telepon : 021-4243675 Istri : Ika Kartika Anak : 1. Ahmad Maulana Hamzah (Mahasiswa Pascasarja, FE-UGM) 2. Nur Hanifah Hamzah (SMA 30 Jakarta) 3. Nuur Hafizah Hamzah (SMP Al-Azhar Jakarta) Riwayat Pekerjaan 2007 s/d sekarang : Presiden Direktur PT Pratama Mitra Sejati 2003-2007 : Staf Ahli Direktorat Keuangan Pertamina 2003 : Presiden Direktur Yayasan Kesejahteraan Pegawai Pertamina 2001-2002 : Wakil Direktur Rumah Sakit Pertamina 1987-1999 : Kepala Akuntansi Pertamina pada unit kerja Cilacap, Sorong, Balikpapan, Dan Surabaya |




Bang Amir, demikian beliau akrab disapa adalah putra rantauan Sumbawa pertama yang memiliki karir cemerlang di Jakarta. Selepas tamat dari Fakultas Ekonomi Univeristas Padjajaran Bandung, AHD memulai karir pada Bagian Internal Audit Balai Besar PJKA Kantor Pusat Bandung. Pria kelahiran Sumbawa Besar, 2 Juni 1953 ini terus tertantang dengan berbagai tugas yang berkaitan dengan keuangan. Tak heran, pada tahun 1984, AHD bergabung pada Proyek Pengembangan Otorita Asahan Jakarta, juga di bagian Keuangan dan Investasi.
Dua pekan menjelang Lebaran, Jalan Soekarno-Hatta Lampung masih dalam kondisi rusak cukup parah. 








