Soft Landing Untuk Hendarman dan Istana
Oleh Syahrul Salam    Jumat, 13 Agustus 2010 / 13:28:15    PDF Cetak E-mail

altDua saksi ahli yang dihadirkan dalam persidangan atas uji materiil UU Kejaksaan Kamis (12/08) kemarin kompak menyatakan ada yang salah dalam pengangkatan Hendarman Supanji. Tak tanggung, mantan Ketua MA Bagir Manan bahkan bersikukuh, tak semestinya Kejagung diangkat hanya dengan menepuk pundak. Masa jabatan Jaksa Agung berakhir persis ketika masa tugas kabinet usai. Jaksa Agung dalam hal ini bagian pelengkap dalam system pemerintahan, dimana kekuasaan eksekutif memiliki wewenang untuk mengangkat dan memberhentikannya.

Sebagai pemohon, posisi Yusril nampaknya diuntungkan dengan keterangan saksi ahli. Persoalan kemudian muncul manakala jika diakhir masa sidang gugatan dimenangkan oleh Yusril. Ada dua implikasi utama jika Yusril menang, secara politik akan menampar wajah SBY plus penasehat hukum kepresidenan seperti Denny Indrayana. Dalam konteks ini, akan terasa sulit bagi SBY menerima sesuatu yang sudah terlanjur. Kedua, Wajah republik tentu sangat malu. Malu di dunia internasional dan yang lebih parah di lingkungan domestik. Sistem ketatanegaraan terkesan amburadul. Persoalan ini akan menambah daftar panjang amunisi para oposisi untuk menyerang SBY. Dampak yang lebih serius, segala bentuk keputusan dan tindakan hukum yang dikeluarkan Hendarman akan dipandang tidak syah. Jika ini yang terjadi, maka dapat dipastikan perdebatan dan energi republik terutama Istana akan terkuras habis untuk meladeni berbagai tekanan politik dan hukum akibat kebijakan Kejagung selama ini, seperti penananganan kasus Antasari Azahar, dan terlebih khusus kasus Sisminbakum yang melibatkan Yusril.

Politik Jalan Tengah.

Dalam satu minggu ini, ada suara yang relatif nyaring dari Senayan untuk meminta mundur Hendarman dan Bambang DH. Alasannya keduanya terlibat kebohongan publik karena tak mampu menunjukkan rekaman pembicaraan Ade Raharja dan Ari Muladi di muka pengadilan.

Menyambut tuntutan para politisi Senayan, Istana harus membaca ini sebagai bagian dari peluang. Jika menonaktifkan Hendarman karena termasuk dalam Jaksa Agung illegal, maka ini sama dengan menampar wajah sendiri bagi SBY. Tetapi jika dilakukan karena alasan refresh kepemimpinan maka akan menjadi softlanding bagi nasib Hendarman dan juga pencitraan posisitif bagi SBY.

Yang jauh lebih mengasyikkan tentu saja, memutuskan nasib Hendarman akan menyudahi perdebatan panjang masalah Sisminbakum; apakah hal itu perbuatan melawan hukum atau kebijakan yang justru menyelamatkan uang negara dan menjadi bagian dalam reformasi pelayanan birokrasi. Catatan ini penting, mengingat sejauh ini Yusril selalu bernyanyi kemana-mana membandingkan kasusnya dengan kasus Century. Yusril melihat kasusnya justru semata-mata dilakukan sebagai bagian dari kebijakan. Artinya, dirinya tak layak dipersalahkan atas kasus Sisminbakum, sebagai layaknya Century gate yang dinilai sebagai produk kebijakan. Mengistirahatkan Hendarman dengan kata lain sama artinya, menutup rapat-rapat atas upaya mengungkit-mengungkit kasus Century-yang akan menohok Istana dan Partai Demokrat. Bagi SBY, poin dan pilihan ini akan jauh lebih soft, ketimbang membuka ruang perdebatan face a face dengan Yusril dan juga kelompok lainnya, mumpung ada angin dari Senayan untuk menggusur Hendarman.


Komentar
Buat Baru Cari
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
Ibend  - Sabar   |2010-10-18 02:39:38
Setiap kejadian selalu memuat dua hal yang berbeda, "pahit" dan "Manis"....
sisi manis, selalu datang belakangan dan itu kalau kita bisa mengerti dan memahami kajdian itu sendiri,semoga siapapun yang terlibat dalam kasus ini bisa segera menemukan sisi manisnya, sehingga bisa dengan segera pula melanjutkan perubahan kearah yang lebih baik lagi buat bangsa ini....
 

Dialog Kepemimpinan Dahlan Iskan Bersama Alumni ITB

Dialog Kepemimpinan Dahlan Iskan Bersama Alumni ITB

Dengan sigap jari-jari Direktur Utama PT PLN (persero) Dahlan Iskan mengetik jawaban pertanyaan yang diajukan melalui surat elektronik yang dikirim oleh para alumni Institut Teknologi Bandung ...

Adaro Energy Akuisisi PT Bukit Enim Energi

Adaro Energy Akuisisi PT Bukit Enim Energi

Jakarta, Roabaca.com – PT Adaro Energy Tbk (IDX – ADRO) (“Adaro Energy”) mengumumkan bahwa pada 14 Oktober 2011, PT Alam Tri Abadi (“ATA”), anak perusahaan dariAdaro Energy, telah menandatangani akta ...

Aku Ingin Jadi Peneliti di Adaro

Aku Ingin Jadi Peneliti di Adaro

roabaca.com,- Bogor-Pemuda berkaca mata itu berusia 19 tahun, ia bernama Hanifullah Habibie. Sekilas tak ada yang menarik darinya. Namun siapa yang bisa menyangka kalau ia adalah satu-satunya mahasisw...

Dikpora KSB dan PTNNT Bahas Persiapan Program Sukses UN 2012

Benete, Roabaca.com.- Dinas Pendidikan dan Olahraga (DIKPORA) Kabupaten Sumbawa Barat dan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)  bekerja sama dengan  Lembaga Pendidikan Progressio Surabaya membah...