
Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sepanjang kuartal I-2010 mencatat kenaikan produksi batubara sebesar 10% dari 9,034 juta ton menjadi 9,93 juta ton. Peningkatan serupa juga terjadi pada penjualan perseroan, menjadi 9,59 juta ton.
Menurut Direktur Utama ADRO Garibaldi Rohir, produksi batubara peseroan memang mengalami kenaikan. Namun jumlahnya tidak sama dengan raihan penjualan mereka.
"Kuartal I-2010, masing-masing mengalami kenaikan 10%," ujarnya.
Sementara untuk target produksi secara keseluruhan di tahun 2010, mencapai 45 juta ton. Batubara yang dihasilkan perseroan adalah berkualitas menengah yaitu 5.800-5.900 kcal.
"Apa yang kita produksi itu apa yang kita jual. Paling ada tambahan sedikit dari anak usaha yang trader, tapi tidak banyak," katanya.
Penjualan yang dicanangkan tersebut akan dialokasi lebih besar di pasar dalam negeri. Porsinya mencapai 25-30 %. Sisanya akan dibagi ke 18 negara, yamg masing-masing dijatah maksimal 10%.
"Ada beberapa negara, ada 18 tapi paling besar 10% masing-masing ke 18 negara," ucapnya.
Khusus untuk penjualan di dalam negeri, 90% dipastikan akan terserap oleh PLN guna menghidupkan beberapa power plan yang dimiliki BUMN ini. oleh PLN. Umumnya, PLN menyerap batubaranya untuk dibanyak pembangkitnya.
"Misalnya PLTU Cilacap serta PLTU Suralaya. Ada juga untuk IPP serta industri lainnya, misalnya semen. Tapi yang terbesar di PLN," jelasnya.
Dia menjelaskan, perseroan siap berkontribusi jika PLN meminta tambahan supplai batubara untuk proyek percepatan listrik 10.000 megawatt (MW) tahap I. Sayangnya, ia tidak menyebutkan berapa tambahan yang diminta PLN.
Sumber :
Whery Enggo Prayogi - detikFinance
|