|
Roabaca.com.- Menteri Perindustrian RI, MS Hidayat meresmikan beroperasinya APRIL Technology Centre (ATC) PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (20/7). Hadir dalam peresmian tersebut Gubernur Riau, HM Rusli Zainal, Bupati Pelalawan, H Rustam Effendy, Ketua DPRD Pelalawan, H Agustiar, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Riau, Asmawi Mukri, Kepala Dinas Kehutanan Riau Zulkifli Yusuf, unsur Muspida Riau dan Pelalawan, Chairman APRIL Sukanto Tanoto dan jajaran Manajemen RAPP. ATC dibangun di lahan seluas 7.500 m2 dengan total luas bangunan sekitar 5.436 m2. Pembangunan fasilitas ini terletak di area pengolahan Pulp & Paper RAPP yang merupakan komitmen perusahaan dalam merespon kebutuhan nasional dan internasional yang berkaitan dengan utilisasi penerapan teknologi tinggi untuk pemanfaatan dan perlindungan alam yang berkelanjutan. Dengan dilakukannya penelitian yang berbasiskan pada nilai-nilai budaya yang berkelanjutan (sustainability culture), diharapkan peran serta perusahaan dalam penerapan greening industry dapat terwujud secara maksimal. Dalam sambutannya, Menteri Perindustrian RI, MS Hidayat mengatakan, keberhasilan PT. RAPP membangun Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Pulp dan Kertas (ATC) ini akan mampu mengatasi kendala-kendala teknis yang dihadapi saat ini sehingga akan mampu meningkatkan daya saing produknya di pasar global. “Saya menilai pembangunan ATC ini sangat tepat di tengah-tengah berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, bergejolaknya isu lingkungan serta semakin ketatnya persaingan sektor industri pulp dan kertas di pasar global. Dengan berdirinya ATC ini, saya mengharapkan kerjasama yang telah terjalin selama ini dengan Balai Besar Pulp dan Kertas Kementerian Perindustrian Dapat lebih ditingkatkan lagi, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar,” ujar MS Hidayat. Dibagian lain, Menperin juga menyampaikan kekagumannya bahwa di tengah-tengah hutan seperti di Riau ini, lahir tekonologi yang bagus dan mengglobal. Termasuk adanya tenaga-tenaga yang terampil yang mengetahui industri ini. Menperin juga mengapresiasi RAPP yang telah menjalakan program CSR sebelum UU CSR dibuat. “Suatu pencapaian prestasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar perusahaan. RAPP adalah pelopor yang bisa dicontoh bagi investor lainnya yang bergerak di industri lain di Indonesia. “Program CSR yang dilakukan RAPP ini adalah contoh sukses yang patut ditiru dalam konteks kemitraan antara bisnis dan masyakarat guna mencapai kesuksesan bersama. Ini adalah contoh SME yg sukses,” ungkap MS Hidayat. Sementara, Direktur Utama PT. RAPP, Kusnan Rahmin menjelaskan, banyak sekali keuntungan yang diperoleh dengan dioperasikannya fasilitas penelitian ini. Untuk Laboratorium Kultur Jaringan telah terjadi peningkatan sampai 10 kali lipat untuk kapasitas benih yang diproduksi dibandingkan dengan laboratorium yang lama. Bahkan untuk laboratorium tanah dan pupuk dapat menyediakan sampel sampai 20.000 sampel per tahun dimana sebelumnya hanya 8.000 sampel saja. Sedangkan untuk laboratorium Analisa Infra red Jarak Dekat (NIRA) dan kayu, telah terjadi peningkatan dari hanya 24.000 sampel menjadi 60.000 sampel per tahun. ATC menyediakan sarana penelitian kelas dunia untuk industri kehutanan, bubur kertas, kertas serta aktifitas penelitian dan pengembangan dengan standar internasional. Melalui pengembangan Research & Development (R&D) yang bekerja sama dengan UGM, IPB, CSIR, ACIAR dan CIFOR, perusahaan dapat berkontribusi lebih maksimal dengan adanya peningkatan kapasitas yang akan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak lagi,” ungkap Kusnan. Selain pasar dalam negeri, hingga saat ini sedikitnya telah ada 60 negara yang telah menjadi tujuan ekspor Pulp & Paper yang diproduksi oleh APRIL yang jumlahnya dalam setahun bisa mencapai lebih dari 2.3 juta ton untuk Pulp dan lebih dari 750.000 ton untuk Paper. Pasar tersebut akan terus bertambah, baik untuk pasar domestic maupun international seiring dengan investasi yang akan ditanamkan di tahun 2010 dan 2011. Semakin luasnya jangkauan pasar ini telah menunjukkan kepercayaan konsumen internasional kepada Indonesia sebagai produsen Pulp & Paper.**
|