| Laba Bersih Adaro Pada 2009 Capai Rp 4,4 Triliun | |
|
|
Presiden Direktur Perseroan, Garibaldi Thohir, mengatakan “Kami menutup tahun 2009 yang sulit dan bergejolak dengan prestasi yang sangat baik dan kembali mencatat pertumbuhan produksi sehingga meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham. Dengan tetap berfokus pada bisnis inti, kami dapat meningkatkan produksi secara organik setiap tahunnya sejak dimulainya produksi pada tahun 1992 dan ke depannya kami tetap akan fokus pada bisnis inti seiring pertumbuhan yang berkesinambungan menuju Adaro Energy yang lebih besar dan lebih baik.”.
Wakil Presiden Direktur Perseroan, Ario Rachmat, mengatakan “Melalui kombinasi harga yang tinggi dan volume penjualan yang meningkat serta peningkatan biaya yang terkendali dapat mendorong kenaikan EBITDA sebesar 147% sehingga mencetak rekor baru yaitu Rp11 triliun. Dengan arus kas dan struktur keuangan yang solid, saat ini kami sedang berkonsentrasi untuk membangun landasan yang kokoh dalam rangka menghadapi persaingan yang kompetitf di masa depan.” Direktur Operasional Perseroan, Chia Ah Hoo, mengatakan “Sebagaimana yang telah kami sampaikan pada awal tahun lalu, sangat penting bagi kami untuk memiliki operasi yang terintegrasi secara menyeluruh dari pit sampai pelabuhan. Mengingat kondisi harga aset global yang terus mengalami penurunan, di bulan Mei 2009 kami mengakuisisi perusahaan yang bergerak di bidang tongkang dan kapal angkut (shiploding), dimana hal ini merupakan bagian akhir dari rantai pasokan batubara yang belum dikendalikan oleh perusahaan. Investasi ini telah menghasilkan manfaat dalam menurunkan biaya pengangkutan dan pengapalan, sehingga kembali memberikan kontribusi pertumbuhan yang baik bagi Perseroan.” Seperti diketahui, Adaro Energy sebagai penghasil batubara termal terbesar kedua di Indonesia,
Untuk informasi lebih lanjut mohon menghubungi: Mr. Andre J. Mamuaya Director and Corporate Secretary Tel: (6221) 521 1265 Fax: (6221) 5794 4685 Email:
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
|

PT Adaro Energy Tbk (IDX: ADRO) mengumumkan laba bersih konsolidasian (diaudit) yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009, mencapai Rp4,4 triliun dari Rp 887 miliar, mencerminkan lonjakan yang tajam (5 kali lipat) dibandingkan periode yang sama tahun 2008. Laba bersih per saham dasar 2009 naik signifikan menjadi Rp136,5. Peningkatan laba yang tajam ini dikarenakan oleh realisasi
Komisi Pemberantasan Korupsi diminta memantau proses pemilihan Ketua Mahkamah Agung yang akan dilakukan hari ini, Rabu. 









