Kinerja Usaha dan Kondisi Fundamental Keuangan BNBR Semakin Solid
Oleh Syahrul Salam    Jumat, 16 April 2010 / 07:59:05   

altPT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mampu memperlihatkan kinerja dan fundamental keuangan yang semakin kokoh pada kuartal terakhir 2009. Kinerja BNBR secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan, sejalan dengan implementasi sejumlah strategi revitalisasi finansial dan investasi yang bertujuan menyehatkan kondisi keuangan Perseroan setelah diterpa krisis keuangan di tahun 2008.

Di akhir tahun 2009, Perseroan secara konsolidasi berhasil membukukan Pendapatan Bersih sebesar Rp 7,63 trilliun serta Laba Usaha sebesar Rp 701,98 milyar. Kinerja positif konsolidasi dari sejumlah perusahaan portofolio mendorong pertumbuhan BNBR dan turut mendukung semakin kokohnya fundamental Perseroan.

CEO & Managing Director BNBR, Bobby Gafur Umar mengatakan, perusahaan portofolio BNBR secara riil telah memberikan dukungan yang kuat bagi kinerja Perseroan. “PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) memberikan kontribusi signifikan bagi Pendapatan Bersih BNBR, sementara PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang siginifikan,” ujar Bobby. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sepanjang kuartal keempat 2009 membukukan Pendapatan senilai Rp 3,43 triliun, atau naik 22,5% dibanding perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dijelaskan oleh Bobby, kinerja cemerlang BTEL tersebut disebabkan oleh keberhasilan perseroan dalam melakukan penetrasi pasar. “Jumlah pelanggan BTEL dengan produk Esia-nya, melonjak tajam dari 7,3 pada tahun 2008 menjadi 10,6 juta pada tahun 2009 lalu. “Saat ini BTEL merupakan operator telekomunikasi berbasis CDMA yang terbesar ke-2 di Indonesia,” kata Bobby.

Perusahaan portofolio BNBR yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), juga sukses mencatatkan kinerja keuangan yang baik, kendati diguncang harga komoditas yang terus fluktuatif. Di tengah anjloknya harga CPO sepanjang tahun 2009 dari USD 791 menjadi USD 560/ton, UNSP tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang melejit 45,78%, dari Rp 173,57 miliar menjadi Rp 252,78 miliar.

Membaiknya harga CPO (minyak sawit mentah, crude palm oil) di tingkat internasional dewasa ini, diyakini Bobby akan terus memperkuat kinerja keuangan UNSP yang memang sangat prospektif. Menurut dia, BTEL dan UNSP telah mampu memperlihatkan peran dan kontribusi nyatanya terhadap kinerja BNBR, sehingga secara nyata berhasil memperkokoh fundamental Perseroan.

Ia optimis, segenap perusahaan di dalam portfolio investasi BNBR mampu memperlihatkan kinerja yang positif, khususnya di saat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan di atas 5% per tahunnya Upaya Penyehatan Di tahun 2009 BNBR, menurut Bobby Gafur Umar, juga telah berhasil merampungkan restrukturisasi hutang jangka pendeknya menjadi hutang jangka panjang yang pada pasca restrukturisasi akan jatuh tempo tahun 2012, sehingga mengurangi beban atas neraca pembayaran Perseroan.

Dijelaskannya, dalam rangka menyehatkan kondisi keuangan, Perseroan juga telah melakukan berbagai upaya dalam rangka mengurangi jumlah pinjaman jangka pendek di bawah 3 bulan; mengganti pinjaman berbiaya tinggi dengan pinjaman yang lebih efisien; dan memperpanjang jatuh tempo pinjaman jangka pendek dengan pinjaman yang lebih berjangka panjang.

Disamping itu, Perseroan juga memutuskan untuk melakukan pencadangan atas piutang jangka panjang yang kualitas pembayarannya dianggap rendah. Membaiknya kinerja keuangan BNBR, menurut Bobby, tak lepas dari upaya-upaya penyehatan tersebut. “Kinerja BNBR secara keseluruhan tampak membaik sejalan dengan implementasi sejumlah kebijakan finansial dan investasi dengan tujuan menyehatkan kondisi keuangan Perseroan,” katanya.

Harapan 2010 Lebih lanjut Bobby mengatakan, dalam implementasi Cetak Biru yang merupakan perencanaan strategis jangka panjang perseroan yang telah disiapkan, manajemen akan semakin memusatkan kegiatan usahanya pada sejumlah kegiatan investasi, yang aktivitasnya telah dimulai pada tahun 2009, antara lain melalui pembelian kembali saham BUMI dan ELTY, dan berpartisipasi dalam Rights Issue ENRG dan UNSP.

Pada akhir tahun 2009, kepemilikan BNBR di portofolionya seperti BUMI dan ELTY meningkat dari 16,46% di BUMI pada bulan Juni 2009 menjadi 19,13% pada akhir Desember 2009. Demikian pula kepemilikan di ELTY dari 14,57% menjadi 20,95%. Sebagai tambahan, pada bulan maret 2010 ini, BNBR telah meningkatkan kepemilikan di UNSP melalui program Rights Issue dari 41,78% sebelumnya menjadi 50,50%.

Menurut dia, salah satu strategi jangka pendek kegiatan investasi BNBR ke depan adalah meningkatkan kepemilikan pada portofolio-portofolio yang telah dimiliki saat ini yang dinilai masih under valued. “Saham-saham dalam grup Bakrie saat ini masih di bawah nilai yang sesungguhnya, terutama jika dilihat dari prospek yang sangat baik ke depan baik dari sisi industrinya seperti batubara dan perkebunan, juga mempertimbangkan kinerja masing-masing portofolio yang terus meningkat di semua lini.

Namun demikian BNBR tidak akan menutup peluang untuk melakukan investasi di luar grup Bakrie, jika kesempatan terbaik tiba,” katanya. Bobby menjelaskankan bahwa tahun 2010 ini BNBR akan melaksanakan dan merampungkan sejumlah prioritas utama di bidang keuangan dan kegiatan investasi.

“Diantaranya, menguatkan kondisi keuangan Perseroan melalui revitalisasi balance sheet yang dirasakan belum optimal, rencana penerbitan instrumen keuangan internasional untuk mendukung kegiatan investasi yang akan dilakukan oleh Perseroan dalam waktu dekat terkait dengan beberapa prospek investasi yang baik,” ujar Bobby, seraya menjelaskan bahwa tema utama dari kegiatan Perseroan di tahun 2010 adalah “Optimalisasi Efisiensi dan Penciptaaan Pertumbuhan”.

Dengan demikian, katanya, di akhir tahun 2010 Perseroan diharapkan mampu menunjukkan fundamental yang semakin kokoh, kinerja keuangan yang sehat dan lebih solid, serta penciptaan nilai yang positif bagi para pemegang sahamnya. Manajemen BNBR sangat optimis, dengan semakin kokohnya fundamental finansial dan operasional perseroan serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat menjanjikan, maka tahun 2010 ini merupakan tahun tinggal landas untuk BNBR menjadi suatu perusahaan investasi yang solid serta mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang sahamnya.

_________________________________________
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Siddharta Moersjid
Chief Communications and Administration Officer
PT Bakrie & Brothers Tbk Ph: +62 21 579 42041 begin_of_the_skype_highlighting +62 21 579 42041 end_of_the_skype_highlighting
Email: Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Komentar
Buat Baru Cari
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

SocialTwist Tell-a-Friend

Dialog Kepemimpinan Dahlan Iskan Bersama Alumni ITB

Dialog Kepemimpinan Dahlan Iskan Bersama Alumni ITB

Dengan sigap jari-jari Direktur Utama PT PLN (persero) Dahlan Iskan mengetik jawaban pertanyaan yang diajukan melalui surat elektronik yang dikirim oleh para alumni Institut Teknologi Bandung ...

Adaro Energy Akuisisi PT Bukit Enim Energi

Adaro Energy Akuisisi PT Bukit Enim Energi

Jakarta, Roabaca.com – PT Adaro Energy Tbk (IDX – ADRO) (“Adaro Energy”) mengumumkan bahwa pada 14 Oktober 2011, PT Alam Tri Abadi (“ATA”), anak perusahaan dariAdaro Energy, telah menandatangani akta ...

Aku Ingin Jadi Peneliti di Adaro

Aku Ingin Jadi Peneliti di Adaro

roabaca.com,- Bogor-Pemuda berkaca mata itu berusia 19 tahun, ia bernama Hanifullah Habibie. Sekilas tak ada yang menarik darinya. Namun siapa yang bisa menyangka kalau ia adalah satu-satunya mahasisw...

Dikpora KSB dan PTNNT Bahas Persiapan Program Sukses UN 2012

Benete, Roabaca.com.- Dinas Pendidikan dan Olahraga (DIKPORA) Kabupaten Sumbawa Barat dan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)  bekerja sama dengan  Lembaga Pendidikan Progressio Surabaya membah...