| Mengapa RI 1 dijadikan Sasaran Teror? | |
|
|
Ada identifikasi yang dapat dikemukakan bahwa, pelaku terror saat ini telah merubah haluan terror, dari yang sebelumnya terror dilakukan pada sasaran yang kental dengan kepentingan Barat terutama Amerika dan negara pendukung seperti Australia, sasaran ini kemudian dikenal dengan soft target-yang kemudian berubah kepada sasaran yang sifatnya hard target, negara secara langsung menjadi obyek teror. Perlu dicatat bahwa, ancaman terror apalagi tindakan terror yang ditujukan kepada presiden bermakna ancaman kepada negara. Ini artinya, presiden sebagai simbul kedaulatan negara sedang dalam ancaman. Reaksi SBY dalam hal ini yang meminta pengamanan ketat di Cikeas misalnya tentu tidak dapat dipandang berlebihan, mengingat posisinya sebagai simbul politik eksistensi negara berdaulat. Ketika pelaku terror mengarahan gerakan dan acaman terhadap simbul negara berdaulat, maka konsekuensi politiknya adalah, para pelaku tidak sekedar menebar ancaman terror, tetapi yang jauh lebih ekstrim adalah mereka sedang melakukan tindakan makar terhadap pemerintahan yang syah dan legitimate. Inilah poin pertama yang harus diluruskan terkait dengan upaya terror kepada presiden. Poin yang berikutnya adalah bahwa upaya terror yang dilakukan terhadap SBY sekali lagi akan membawa kita kepada pengulangan sejerah revolusi dimana bangsa ini dihadapkan pada rong-rongan politik pemberontak yakni kelompok yang menamakan diri NII (Negara Islam Indonesia). Setelah berhasil ditumpas dan sisa para pendukungnya melarikan diri ke Malaysia yang kemudian membaur dengan gerakan-gerakan lainnya, kelompok ini harus pasrah “menggabungkan” diri dengan kelompok bentukan baru yang dikenal dengan Jamaah Islamiah (JI). Sebagai pengingat, para pentolan JI ini merupakan pelakua utama tindakan terror di Indonesia semenjak tahun 2000 sampai dengan tindakan terror beberapa waktub lalu di JW Marriot dan Rizt Carlton-Mega Kuningan Jakarta. Lebih lanjut, mimpi para terrorist ternyata bukan sekedar mengancam kepentingan Barat, tetapi yang jauh lebih penting bagi mereka adalah mewudkan kembali Indonesia di bawah Islam Syariah-versi kelompok JI. Asumsi ini dapat diperkuat dengan pimindahan target terror dengan menjadikan sasaran tembak RI 1 yang menurut versi teroris sebagai bagian dari kaum kafir dan penghalang utama gerakan jihad. Poin ini sengaja ditulis untuk membantah pernyataan SBY beberapa waktua lalu yang mencurigai lawan politik pada pilpres sebagai dalang pelaku terror. Upaya terror yang direncakan kepada pribadi SBY dengan kata lain merupakan penyampain pesan kepada rakyat negeri ini bahwa mimpi untuk mewujudkan republik Islam Indonesia masih eksis. Inilah pesan pendek yang harus diwaspadai. Pesan terror kepada SBY harus dijawab oleh rakyat dan pemimpin bangsa ini dengan memperkuat kewaspadaan politik dan juga keutuhan bangsa ini. Konsep NKRI Final, merupakan pandangan dan solusi strategis yang harus dipertahankan di tengah keanekaragaman dan kemajemukan negara bangsa seperti Indonesia. |

Pengungkapan rencana tindakan terror di Jatiasih Bekasih dan juga pelaku terror
di Temenggung 
Dua pekan menjelang Lebaran, Jalan Soekarno-Hatta Lampung masih dalam kondisi rusak cukup parah. 





