|
Jakarta, Tim Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (K3LL) Pertamina saat ini masih bekerjasama dengan Kepolisian dan Bupati Sampit untuk mengetahui penyebab musibah kebakaran di wilayah Desa Baamang Sampit, Kalimantan Tengah, pada 26 Juni 2010 lalu. Selama proses penyelidikan, Pertamina telah mengambil langkah-langkah guna kebaikan bersama, di antaranya memberikan santunan bagi 2 keluarga korban meninggal serta memberi sumbangan untuk kerugian materi sebagai bentuk simpati atas musibah ini. Pertamina juga membantu warga untuk melakukan pembersihan limbah minyak yang ada di sekitar pemukiman warga yang dilakukan sejak 26 Juni 2010. Agar kondisi di wilayah Baamang, Sampit lebih tenang, Pertamina memenuhi beberapa Permintaan warga sekitar, diantaranya untuk mempekerjakan warga sekitar. Saat ini Pertamina untuk sementara dapat mempekerjakan beberapa orang warga sebagai tenaga bantu pengawasan pembongkaran tanker. Pertamina Jalankan Prosedur Pembongkaran Secara Ketat Pertamina menerapkan standar operasi ketat dalam setiap pembongkaran BBM ke Depot Depot Pertamina. Prosedur pengecekan dan pemantauan di pipa, selang maupun manifold pembongkaran dilakukan sejak awal BBM akan disalurkan, berlanjut 15 menit setelah pembongkaran, 30 menit dan pemantauan setiap jam hingga proses pembongkaran BBM selesai. Adapun pengecekan terhadap pipa, kerangan (valve) hingga perangkap minyak (Oil Catcher) di Depot BBM Pertamina rutin dilakukan setiap hari guna memastikan semua berfungsi dengan baik. Khusus perangkap minyak berfungsi memisahkan minyak dengan air hingga tidak ada minyak yang sampai terbuang ke sungai.
|