| Keperdulian Adaro Pada Pelestarian Lingkungan : Ketika Sampah Menjadi Lebih Berguna | ||||
|
|
Ketika sampah menjadi lebih pointing artinya bagi kehidupan manusia, itulah hal sederhana yang membawa begitu banyak manfaat berhasil diwujudkan oleh tim tim enviro Adaro Tim Adaro bekerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Hokaido mengembangkan penelitian untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Kegiatan ini satu lagi bentuk kepedulian Adaro dalam mengembangkan kepedulian pada lingkungan hidup dalam rangkaian Corporate Social Responsibility (CSR) Komitmen ini dilaksanakan antara lain dalam bentuk konsep 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) yaitu selain mengurangi limbah juga mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan. Berangkat dari pemikiran bagaimana memanfaatkan sampah organik menjadi sesuatu yang lebih berguna itulah , tim enviro Adaro Tim Adaro bekerjasama universitas negeri terkemuka mengembangkan penelitian untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan kompos yang berkualitas dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pembuatan kompos. Kegiatan yang dilakukan sejak awal tahun 2007 ini didukung dengan potensi sampah organik di lingkungan Adaro yang berasal dari sisa-sisa makanan dari kantin pegawai Adaro. Kantin Adaro yang terletak di dua lokasi yaitu di Dahai dan Wara 73, setiap harinya menyediakan makan untuk sekitar 400 orang. Sampah organik dikumpulkan dari dua lokasi ini ditambah dengan sampah organik dari lokasi kontraktor Adaro. Dari beberapa lokasi ini dapat terkumpul 150 - 200 kg sampah basah. Setelah terkumpul baru dimasukkan bahan – bahan lain seperti dedak dan kotoran sapi yang berasal dari pertanian sapi Adaro. Setiap hari sampah ini diaduk sampai kompos terbentuk secara sempurna. Sampah ini kemudian dicincang serta ditumpuk dan dikumpulkan di bak inkubasi hingga diperkirakan mencapai 1 – 1,5 ton sampah basah. Untuk menambah unsur hara dan menstabilkan pH ditambahkan kapur pertanian. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan kompos ini berkisar antara 3 – 4 minggu tergantung dari tingkat kejenuhan air dari bahan baku. Kompos yang dihasilkan biasanya berkurang setengah dari total bahan baku basah. Jangan dikira kompos ini baunya menusuk hidung. Setelah diproses melalui beberapa tahap, kompos yang siap dipakai mempunyai warna dan bau seperti tanah. Saat ini, kompos telah dimanfaatkan untuk kegiatan nursery PT Adaro Indonesia. Rencana kedepan, para kontraktor akan dilibatkan di dalam program pengolahan sampah organik untuk memaksimalkan kegiatan Reklamasi PT Adaro Indonesia. |
















