Adaro Beri Beasiswa Kepada Mahasiswa Kalsel
Oleh una    Rabu, 30 Juni 2010 / 15:18:21    PDF Cetak E-mail

Bogor, (roabaca.com) : Sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan formal masyarakat sekitar wilayah operasinya, PT Adaro Indonesia tahun ini kembali memberikan bantuan beasiswa kepada 10 putra dan putri terbaik dan berprestasi, asal Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mereka yang terpilih mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan Strata 1 di Institut Pertanian Bogor (IPB), melalui program Beasiswa Utusan Daerah (BUD). BUD merupakan salah satu program yang dibuka oleh IPB, untuk membuka kesempatan bagi para lulusan SLTA dari berbagai daerah di Tanah Air.

Pelepasan dan serah terima 10 calon Siswa BUD asal Tabalong itu, dilakukan Senin, 28 Juni 2010, oleh General Manager (GM) Operation Adaro, Priyadi, kepada pihak IPB yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof Dr Ir Yonny Koesmaryono, MS.

Acara yang berlangsung Gedung Rektorat IPB Dramaga Bogor itu, juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Tabalong, Drs Erwan Mardani, SH, M.AP, dan beberapa orangtua siswa. Suasana haru nampak dalam acara pelepasan yang berlangsung akrab tersebut.

Erwan Mardani mengatakan, 10 siswa tersebut merupakan hasil seleksi dari puluhan siswa yang ikut mendaftar melalui program BUD IPB. Penyeleksian melibatkan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, PT Adaro Indonesia, juga IPB.

Erwan menambahkan, Program BUD ini merupakan gebrakan yang sangat baik yang dilakukan Adaro, yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh perusahan lain di sekitar Tabalong. Diharapkan kedepannya program – program seperti ini akan terus dilakukan.

Melihat dari potensi lokal dan kebutuhan daerah, dimana lahan pertanian yang ada di Kabupaten Tabalong sangat luas, IPB merupakan pilihan yang tepat bagi para pelajar menempuh pendidikan untuk akhirnya mengembangkan potensi pertanian dalam arti luas didaerahnya. Melaui BUD ini, para siswa akan menempuh pendidikan dibeberapa jurusan yang berbeda, yaitu: Kimia, Agronomi dan Holtikultura, Ilmu Gizi, Biokimia, Matematika, Ilmu Gizi, Ekonomi sumberdaya dan Lingkungan, Ilmu Keluarga dan Konsumen dan Fisika.

Dalam sambutannya, Prof Yoni Koesmaryono mengatakan, BUD merupakan salah satu jalur khusus yang dibuka IPB untuk para siswa dari berbagai daerah di Indonesia, dengan beasiswa yang diberikan oleh pemda atau perusahaan yang beroperasi di daerah yang bersangkutan. “Filosofinya, diberikan kesempatan kepada putra-putri daerah, untuk bisa mengeyam pendidikan di IPB. Diharapkan setelah selesai, mereka kembali untuk membangun daerahnya,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk Program BUD ditargetkan 200 orang dari seluruh Indonesia. Namun dari target tersebut, baru mencapai 7 persen yang terealisasi. “Dengan niat yang baik, insya Allah kita siap menjalankan program ini dan semoga bisa berjalan dengan baik di masa mendatang,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Priyadi mengatakan, PT Adaro dan Pemda Tabalong hanya sekedar memfasilitasi. Hal ini merupakan salah satu bagian dari program CSR perusahaan tambang yang terkenal dengan merek dagang "Envirocoal" tersebut. Pengiriman 10 siswa berprestasi, lanjutnya, juga merupakan tindak lanjut dari MOU pada Januari 2010 lalu antara Adaro-IPB-Pemda Tabalong.

PT Adaro Indonesia mengalokasikan dana sebesar Rp. 1.236.500.000 untuk membiayai 10 mahasiswa daerah selama 5 tahun masa pendidikannya. Dana ini sudah mencakup keseluruhan dari biaya pendidikan sampai penelitian atau skripsi diakhir masa perkuliahan dan biaya hidup mahasiswa selama menjalankan masa pendidikannya.

Kabupaten Tabalong dipilih sebagai daerah penerima pertama program beasiswa utusan daerah karena selain memang kabupaten Tabalong merupakan daerah binaan utama Adaro, program ini sangat didukung oleh Pemda setempat dan antusiasme yang sangat baik dari pihak sekolah maupun para siswa.

Untuk selanjutnya, Adaro akan mengembangkan program beasiswa utusan daerah ini kepada 5 kabupaten binaan lainnya, yaitu: Kabupaten Balangan, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Hulu Sungai Utara, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan, potensi dan minat masing – masing daerah tersebut.

Kepada para 10 siswa yang mendapatkan beasiswa IPB tersebut, Priyadi berpesan agar setelah usai nanti bisa kembali ke daerah, membangun daerahnya dan diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja. “Lahan yang ada di Banoa (tanah kelahiran, red) kita, harus kita kelola dengan baik. Dan itu semua ada di tangan adik-adik,” pesannya dengan bahasa daerah Tabalong.

(sumber : Majalahtambang.com)

Komentar
Buat Baru Cari
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

SocialTwist Tell-a-Friend

Dialog Kepemimpinan Dahlan Iskan Bersama Alumni ITB

Dialog Kepemimpinan Dahlan Iskan Bersama Alumni ITB

Dengan sigap jari-jari Direktur Utama PT PLN (persero) Dahlan Iskan mengetik jawaban pertanyaan yang diajukan melalui surat elektronik yang dikirim oleh para alumni Institut Teknologi Bandung ...

Adaro Energy Akuisisi PT Bukit Enim Energi

Adaro Energy Akuisisi PT Bukit Enim Energi

Jakarta, Roabaca.com – PT Adaro Energy Tbk (IDX – ADRO) (“Adaro Energy”) mengumumkan bahwa pada 14 Oktober 2011, PT Alam Tri Abadi (“ATA”), anak perusahaan dariAdaro Energy, telah menandatangani akta ...

Aku Ingin Jadi Peneliti di Adaro

Aku Ingin Jadi Peneliti di Adaro

roabaca.com,- Bogor-Pemuda berkaca mata itu berusia 19 tahun, ia bernama Hanifullah Habibie. Sekilas tak ada yang menarik darinya. Namun siapa yang bisa menyangka kalau ia adalah satu-satunya mahasisw...

Dikpora KSB dan PTNNT Bahas Persiapan Program Sukses UN 2012

Benete, Roabaca.com.- Dinas Pendidikan dan Olahraga (DIKPORA) Kabupaten Sumbawa Barat dan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT)  bekerja sama dengan  Lembaga Pendidikan Progressio Surabaya membah...